Wednesday, August 10, 2016

Buju' Dinong (Sebuah Rumah atau Makam?? )



Sebuah Rumah atau Makam??

makam tampak depan

Buju’ Dinong adalah sebuah makam seseorang yang bernama Busidin / Datuk Ibrahim Dinong. Buju' Dinong terletak di dusun Ares Tengah, dan letak makam berada dipinggir jalan raya. Beliau adalah seorang pesuruh atau kuli, akan tetapi beliau adalah seorang yang memiliki kepribadian yang jujur dan tidak mau memanfaatkan orang lain. Hal itu terbukti ketika beliau masih hidup adalah satu seorang yang pernah bersaksi bahwa beliau tidak pernah mau ketika beliau diberi gaji yang lebih, seperti contoh gaji setiap hari yang beliau dapatkan selama menjadi seorangkuli adalah sebesar Rp 25 per hari, kemudian beliau diberi upah lebih, maka beliau tidak akan mau menerimanya.
Ketika beliau sudah meninggal, ia dimakamkan di makam sekitar pohon polai berada. Beberapa Waktu kemudian, keluarga beliau bermimpi dihampiri oleh beliau, ia berkata “Jika terdapat 1 lidi yang menancap di depan rumah itu adalah makan saya”. Keesokan harinya keluarga beliau terkejut melihat terdapat lidi yang sudah menancap, saat dilihatditempat pemakaman awal jenazah sudah tidak ada dan berpindah,beliau kedepan rumah. Karena kebaikannya dan cerita tentang makam yang berpindah, banyak orang yang takjub dan mulai mendoakan pada makam tersebut. Saat ini kondisi makam berada didalam rumah. Saat mulai sampai dimakam tersebut, anda tidak akan menyangka bahwa rumah yang saat ini letaknya berdekatan dengan rumah warga lainnya adalah sebuah makam.
Biasanya banyak masyarakat sekitar yang berdo’a pada malam jum’at. Tak jarang terdapat seseorang yang bersemedi dan konon jika orang yang bersemedi memiliki hati yang tulus, maka akan mendapat suatu barang. Namun, muncul cerita bahwa ketika masyarakat tidak pergi ke makam tersebut terjadi bencana atau kecelakaan hal meyebabkan warga sekitar mengeramatkan makam Datuk Ibrahim Dinong. Setiap 1 tahun sekali, kerap diadakan pengorbanan 1 kambing, dimana kulit dan kepala kambing digantung di tepi jalan. Warga mempercayai bahwa apabila hal tersebut tidak dilakukan atau telat dilakukan makam akan ada kecelakaan yang terjadi ditempat tersebut. Pemberian tumbal melalui seekor kambing dilakukan seusai sholat jum’at dan setiap malam jum’at legi, ditempat makam tersebutselaludilakukan pengajian, hal itu dilakukan agar arwah dariDatuk Ibrahim Dinong diberi ketenangan.
Narasumber: Sugiman dan keluarga datuk dinong

No comments:

Post a Comment