Thursday, August 3, 2017

Sejarah Desa Totosan



Desa Totosan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Batangbatang, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. lebarnya berjarak 2,3 kilometer dari perbatasan desa sebelahnya, namun hal ini bukan berarti totosan desa yang kecil desa ini memiliki 4 dusun yang terdiri dari ares daya, ares tengah dan ares laok yang terbagi menjadi dua.

Berdasarkan data administrasi pemerintahan Desa Totosan tahun 2012, jumlah penduduknya adalah 2.396 orang dengan luas wilayah 306,83 hektar. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani yang didukung oleh lingkungan alam yang menopang pertanian. Secara administratif, Desa Totosan dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga, di sebelah barat  berbatasan dengan Desa Batangbatang daya dan sebelah timur berbatasan dengan desa.

Keberadaan suatu tempat tentu tidak terlepas dari sejarah keberadaan nya dan tentunya bukan hal yang mudah untuk mengetahui sejarah desa totosan karena beberapa tokoh yang mengetahui sejarah desa totosan sudah meninggal sehingga kami mengimpun dari versi yang pernah di publish dalam buku pemerintahan desa totosan. Menurut buku profil desa yang disusun oleh  tim Perumus Rencana Pemembangunan Jangka Menengah di sebutkan bahwa sejarahnya tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat tentang kisah para raja yang konon sangat di segani.

Dikisahkan bahwa suatu saat Pangeran Jokotole dalam kondisi sakit parah ketika dalam perjalanan dari sebuah desa bernama Lapataman (sekarang termasuk wilayah Kecamatan Dungkek) menuju Kraton Sumenep. Setelah sampai di suatu tempat, Jokotole menyampaikan wasiat atau tataran (keputusan = yang dalam bahasa Madura disebut potosan) kepada para pengiring atau abdi dalem  yang isinya bahwa jika beliau wafat, jenazahnya supaya dipikul sampai ke Kraton Sumenep. Dan apabila sebelum sampai ke KratonSumenep alat pemikulnya patah, maka beliau berpesan agar jenazahnya  dikebumikan di tempat itu juga.

Setelah cukup lama istirahat maka Pangeran Jokotole melanjutkan perjalanannya kembali, dan dalam perjalanan itu, beliau meninggal di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Batangbatang - asal dari kata bhabhatang (bangkai).
Sesuai dengan wasiat maka dipikullah jenazah Pangeran Jokotole menuju Kraton Sumenep. Belum sampai di Kraton Sumenep, alat pemikulnya patah di suatu tempat bernama Sa'asa (sekarang termasuk wilayah Kecamatan Manding) dan dikuburlah jasad Jokotole di tempat itu. Dari asal muasal ceritera rakyat ini, tempat yang digunakan untuk menyampaikan wasiat atau tataran, saat ini dikenal dengan nama Tanah Pataran dan desa di mana tanah itu berada disebut dengan nama Desa Totosan (asal dari kata  potosan dengan bahasa madura)



No comments:

Post a Comment